Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prajurit TNI Asal Asahan Diduga Tewas Dianiaya Senior di Papua

Minggu, 04 Januari 2026 | 15.24 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-04T08:24:27Z
Sumut-Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) asal Kabupaten Asahan, warga Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Sumatra Utara (Sumut).

Pratu Farkhan dilaporkan men!ngg4l dunia saat menjalankan tugas di Papua. Kem4tian Farkhan menyisakan tanda tanya besar, setelah pihak keluarga mencurigai adanya dugaan peng4ni4yaan oleh seniornya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tr4gis tersebut terjadi pada 31 Desember 2025 lalu. Pratu Farkhan diketahui merupakan anggota Yonif 113/Jaya Sakti, Aceh, yang saat itu sedang mengikuti satuan tugas (satgas) di Papua.

Zakaria Marpaung, ayah Pratu Farkhan, mengungkapkan bahwa kabar awal yang diterima keluarga menyebutkan korb4n sebelumnya dalam kondisi sakit sebelum men!ngg4l dunia.

“Informasinya dari sepupunya, katanya Farkhan sedang sakit dan menghangatkan badan di dekat perapian. Dia memang sedang bertugas di Papua,” ujar Zakaria kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).

Menurut ayah korb4n, saat anaknya berada di dekat perapian untuk menghangatkan tubuh, seorang senior di kesatuannya berpangkat Sersan sempat mendekati dan menanyakan kondisi Pratu Farkhan. Korb4n mengaku sedang tidak enak badan. Senior tersebut bahkan disebut sempat memijat tubuh korb4n.

Namun situasi berubah ketika seorang prajurit lain berpangkat Kopral datang dan memanggil Pratu Farkhan untuk menjauh dari perapian. Di tempat terpisah itulah, menurut keterangan yang diterima keluarga, dugaan tindakan k3k3rasan terjadi.

“Informasinya anak saya ditanya lalu disuruh tunduk. Setelah itu dipvkvl menggunakan ranting ke bagian punggung,” kata Zakaria.

Tak berhenti di situ, Zakaria menyebut anaknya juga ditend4ng oleh kopral tersebut hingga terjatuh dan tersungkur ke tanah. Dalam kondisi terdesak, Pratu Farkhan disebut sempat berusaha mel4wan untuk mempertahankan diri.

“Dia sempat disuruh duduk tobat, lalu ditend4ng sampai tersungkur,” ucap Zakaria.

Zakaria mengaku sangat terpvkvl dan kecewa atas kepergian anak pertama dari tiga bersaudara ini. Ia menegaskan bahwa anaknya bukan gugur dalam kontak senj4ta mel4wan kelompok bersenj4ta, melainkan diduga men!ngg4l di tangan sesama prajurit TNI.

“Itu yang membuat saya hancur. Kami bangga punya anak prajurit TNI dan dia men!ngg4l bukan karena tugas, tapi karena di4niaya kawannya,” ujarnya. (Mistar)
×
Berita Terbaru Update