Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Miriss!!Niat Hati Ingin Terima Bantuan, Kakek 70 Tahun Malah Ditipu Motor Raib Dibawa Kabur

Sabtu, 21 Februari 2026 | 15.53 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-21T08:53:40Z


Tanjungmorawa-Air mata seorang kakek berusia 70 tahun tak mampu terbendung ketika mengingat bagaimana dirinya ditipu dan diperlakukan tanpa belas kasihan. Suharto, warga Desa Dalu Sepuluh B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, menjadi korban perampokan dengan modus bantuan sembako dan uang.

Peristiwa pilu itu terjadi pada Senin lalu. Siang itu, Suharto hanya berniat sederhana — duduk menikmati segelas es tebu di dekat Puskesmas Dalu Sepuluh B. Di usianya yang senja, ia tak pernah menyangka niat baik akan dibalas dengan kejahatan.

Seorang pria tak dikenal menghampirinya, menawarkan bantuan sembako dan sejumlah uang yang disebut berasal dari kepala desa. Mendengar kata “bantuan”, hati Suharto luluh. Ia percaya, mungkin memang ada rezeki yang datang untuk meringankan hidupnya.

Dengan polos dan penuh harap, ia mengikuti pria tersebut ke arah Pekan Tanjung Morawa. Di sana, seorang rekan pelaku ikut naik ke sepeda motor milik Suharto. Mereka lalu bergerak menuju arah Deli Tua.

Perjalanan terasa semakin jauh dan tak jelas arahnya. Namun Suharto tetap menuruti, hingga akhirnya ia meminta untuk bergantian mengendarai sepeda motornya. Di sebuah lokasi sunyi, permintaan sederhana itu justru menjadi awal petaka.

Saat hendak berganti posisi, tubuh renta itu didorong dengan kasar hingga terjatuh ke dalam parit. Tanpa rasa iba, para pelaku meninggalkannya sendirian dan membawa kabur sepeda motor yang selama ini menjadi alat transportasi sekaligus penopang aktivitasnya.

Dalam kondisi kesakitan dan syok, Suharto berusaha bangkit dan meminta pertolongan warga. Beberapa warga yang mendengar teriakan langsung menolong dan menghubungi pihak keluarga.

Menantu korban, Henri Batubara, mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut.

“Bapak itu sudah tua. Dia orangnya polos dan gampang percaya. Waktu cerita kejadian itu, suaranya gemetar. Kami sedih sekali, bukan cuma karena motornya hilang, tapi karena dia diperlakukan seperti itu,” ujar Henri dengan mata berkaca-kaca.

Menurut keluarga, sepeda motor tersebut sangat penting bagi aktivitas korban sehari-hari. Di usia senja, kendaraan itu menjadi satu-satunya alat mobilitasnya untuk beraktivitas dan berobat.

“Kami hanya berharap pelakunya segera ditangkap. Jangan sampai ada lagi orang tua lain yang jadi korban dengan cara seperti ini,” tambahnya.

Sepeda motor mungkin bisa dicari penggantinya. Namun rasa takut, trauma, dan luka batin seorang kakek yang dikhianati dengan janji bantuan, meninggalkan bekas yang tak mudah hilang.

Kisah ini menjadi tamparan bagi kita semua — bahwa di balik wajah-wajah renta yang tampak tenang, ada hati yang mudah berharap. Dan ketika harapan itu dihancurkan dengan kejam, yang tersisa hanyalah kesedihan mendalam.
(Red)
Berita sumut 
×
Berita Terbaru Update